Senin, 15 September 2014

Pak Topo dan Keledai, serta buku lainnya

Opening:

Saya gagal menangin kuis! Tapi saya harus mupon (baca: move on), jadi……..saya akan ikutan kuis selanjutnya! Dan berdo’a yang banyak, siapa tahu Mak Dwi khilaf dan menangin saya…. (Berdo’a mulai).

Intinya:

Ketika diminta menceritakan bacaan pertama atau buku yang pertama kali dibacakan, saya langsung teringat buku PAK TOPO DAN KELEDAI. Buku apa itu?

Sejak kecil bahkan sejak belum bisa membaca, mamah sudah rajin membelikan saya buku, dan salah satu buku pertama yang masih saya ingat adalah buku tentang Pak Topo dan Keledai. Waktu itu mamah membacakan ceritanya dengan sangat sabar per halaman dan membiarkan saya meresapi ilustrasi yang ada di halaman tersebut. Sehingga sodara-sodara... bukan sulap bukan sihir, di usia saya yang waktu itu belum genap empat tahun, saya bisa "membacakan" isi buku tersebut kepada teman-teman saya (anak tetangga sebelah rumah) dengan tepat. Tepat itu maksudnya saya tahu halaman satu itu kalimatnya apa saja dan seterusnya sampai halaman terakhir. Jadi....ternyata kesabaran mamah membacakan buku itu menghasilkan saya yang bisa hapal seluruh isinya. Cukup ya untuk pendahuluannya, sekarang kita bahas bukunya deh.

Pak Topo dan Keledai, kisah ini diawali dari kegiatan Pak Topo, seorang petani yang suka membawa hasil pertaniannya ke pasar menggunakan keledai (keledai ya, bukan kedelai). Pada suatu ketika, rombongan Pak Topo dan keledainya seperti biasa sedang menuju pasar, dan ketika sedang beristirahat di bawah pohon.....wait................ ini kenapa tiba-tiba ingatan saya gak beres nih, kenapa dalam memori saya tentang Pak Topo ada rombongan gajah perang dengan burung gagak???!!! ini kenapa? Pak Toponya kemana?

Gagak dan gajah itu buku lainnya yang saya punya ketika kecil bersamaan dengan buku pak Topo. waduuhhh ini kenapa tetiba saya jadi lupa ya ceritanya? jadii......

Jadi....demikianlah cerita Pak Topo dan Keledai yang sedang kolaborasi dengan Gagak dan Gajah. Saya lupa..hiks T_T #Ngetuk-ngetukMejaSiapaTahuMemoriSayaBalik

Bagaimana kalo kita bahas buku yang saya baca pertama kali hasil saya beli sendiri dari uang yang saya dapat pas Lebaran, mau ya? oke gini...

Liat dong, bukunya jadul gitu ya tampilannya, sadis..udah semacam ada kerut2 tanda penuaan pada bukunya :p

Ini dia bukunya, STOP judulnya Melacak Gerombolan Pemburu Liar. Buku cerita detektif anak-anak ini berkesan buat saya, karena buat saya ini adalah buku yang saya peroleh dari cucuran keringat saya. cucuran keringat ketika ngantri di depan uwak, bibi, paman, dan seluruh keluarga besar yang dengan baiknya membagikan uang-uang kertas baru ketika Lebaran. Dari situ saya bisa mengambil pelajaran bahwa untuk mendapatkan uang baru, kita harus memperbanyak Lebaran. 

Oke...balik lagi ya.. STOP ini adalah gabungan huruf dari nama depan anggotanya. S (Sporty, anak yg digambarkan bertubuh jangkung dan jago olahraga) T (Thomas, anak pinter yang GoPal alias Jago haPalan) O (Oscar, anak orang kaya pengusaha coklat yang bertubuh gemuk) P (Petra, gadis cantik yang diam-diam disukai Sporty). Mereka adalah anak-anak kelas 9 di Jerman sana, umurnya 13 tahun. Baidewei, tadi pagi saya iseng buka-buka lagi buku ini dan saya jadi bertanya-tanya, mengapa di usia mereka yang baru 13 tahun mereka digambarkan begitu dewasa? terutama untuk tokoh Sporty. Selama membaca buku ini (dulu) saya selalu lupa kalau mereka itu berusia 13, dalam pikiran saya mereka berusia 15 atau 17 tahunan. Nanti pulang dari kampus saya re-read deh buku ini. 

Pada judul melacak gerombolan pemburu liar ini, Sporty dan teman-temannya berusaha menggagalkan upaya penjualan binatang-binatang langka yang dilakukan oleh para pemburu. Seru sih ceritanya, karena saya juga baca Sapta Siaga, Lima Sekawan dan Trio Detektif...saya suka mengkhayal bisa memecahkan kasus-kasus seperti mereka. Dan dulu, kalau habis baca...saya suka penasaran, dalam bentuk nyata, seperti apakah sosok tokoh-tokoh yang ada di buku ini, kenapa? karena ilustrasi di buku ini tidak serapih ilustrasi yang ada di buku Sapta Siaga misalnya.

Menulis ini jadi semacam nostalgia... makasih mak Dwi, saya jadi kangen buku-buku lama saya........

Ending:

Saya mau mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa karena akhirnya wi-fi kampus nyala, dan saya bisa nemu foto buku STOP di laptop (saya baru ingat, beberapa tahun lalu pernah memotret sisa-sisa buku dari masa kecil saya).
Semoga tulisan ini mencapai minimal 300 karakter, saya gak ngitung sih...tapi kayanya sih nyampelah 300 mah ya..
Ini ditulis dan dipostingnya real time, jadi kejadian lupa cerita Pak Topo itu bukan rekayasa. 

Oke....Sekian
Terima kasih sudah membaca ^^

Kamis, 04 September 2014

Memulai Lagi

Bismillah.......

September yang Insya Allah selalu ceria ini, saya mau memulai lagi nulis-nulis di blog. Blog ini memang tidak terurus setelah isinya hanya berupa pindahan dari blog saya yang di Multiply.

Malas rasanya mau menulis sesuatu di sini, karena isinya mengingatkan saya pada blog yang lalu. Ya, blog ini memang menampung hampir semua yang pernah saya tulis di blog lama. Kenapa hampir? karena saya tidak bisa memindahkan album foto yang di Multiply ke sini, dan beberapa postingan saya juga ada yang tidak terbawa pindah. Entah kenapa.

Susah move on, itu yang saya rasakan. Semangat untuk menulis hilang, setelah Multiply ditutup pada tahun lalu. Keseruan menulis di blog, di quick note, atau hanya sekedar berkunjung dan menulis salam di 'home' yang biasa dilakukan di Multiply tidak bisa saya dapatkan di sini. Mungkin saya saja yang masih kelilipan masa lalu ya, sehingga rasanya berat mau melangkah dan membuka lembaran baru, tapi ternyata bukan hanya saya yang susah move on, beberapa teman yang saya kenal dari Multiply dan masih menjalin silaturahmi sampai sekarang, merasakan hal yang sama. Bedanya, mereka tetap produktif menulis di blog yang baru, sedangkan saya memilih hiatus.

Tapi......... saya terjerumus untuk mau mengisi blog ini lagi (dan juga mungkin akan diikuti dengan mengisi blog satunya) setelah beberapa waktu lalu saya membuat Kuis di Grup WhatsApp Klub Buku Indonesia. Ide kuisnya sama dengan yang pernah saya buat waktu masih di Multiply, yaitu minta diterangin, ketika ngasih nama blog kenapa pakai nama itu, maknanya apa? Saya meminta juga link masing-masing blog yang ikutan kuis itu. Akibatnya, saya jadi minder liat blog teman-teman saya. Kok mereka rajin-rajin banget ya? :)

Jadiiii....inilah yang mau saya coba lakukan. Memulai lagi :)
Ini maksudnya saya nulis blog di kampus, abis makan siang, dan bahwa meja saya "RAPI"


Jumat, 25 Mei 2012

Nge-Test posting via email

Setelah tadi dapet ilmu dari temen2 empeyer.. Saya month nyoba posting nih.. Mudah2an berhasil #berdoa ('▿^)♉

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Baca Ulas: Mecca, I'm Coming! Karya Salamun Ali Mafaz

Mecca I'm Coming by Salamun Ali Mafaz My rating: 3 of 5 stars Tokoh utamanya Eddy dan Eni dari Desa Timpik. Eddy seorang pemuda biasa...