Selasa, 06 Oktober 2015
Baca Ulas : Sabtu Bersama Bapak
Selasa, 08 September 2015
Baca Ulas : Surga Yang Tak Dirindukan
Novel dibiarkan dengan ending terbuka, yang memungkinkan pembaca menebak-nebak apa yang Arini lakukan.
Sampai hari ini, saya belum mau menonton filmnya, nanti sajalah kalau sudah diputar di tivi swasta hehe...
Baru-baru ini saja saya membaca karya Asma Nadia. Dari beberapa karyanya yang saya baca, yang ini cukup baik, menurut pendapat saya.
Selamat membaca, seperti biasa saya tidak akan memberikan penilaian dengan angka, silahkan memberi penilaian sendiri.. ^_^
Rabu, 12 Agustus 2015
Baca Ulas : Novel Ayah, Andrea Hirata
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 396 halaman
Novel ini terdiri dari 47 chapter.
Minggu, 24 Mei 2015
Review: Alpha Wife
Judul: Alpha Wife
Pengarang: Ollie
Penerbit: Gagas Media
Jenis: Novel
Tebal: 193 halaman
Alpha Wife, istilah ini diberikan untuk istri-istri yang memberi kontribusi lebih besar dalam keuangan rumah tangga, bahkan bisa jadi istrilah yang menjadi breadwinner atau pencari nafkah utama keluarga.
Kisah dimulai ketika Malena, editor in chief majalah wanita Glam Lady tengah ada di acara After Party Retro Fashion Show yang diadakan majalah tersebut. Pada kesempatan itu Malena ditemani oleh Eric, suaminya.
Acara After Party itu hampir berjalan sempurna kalau saja Lena tidak bertemu dengan salah satu undangan yaitu Joanna, editor in chief majalah Stylish Women.
Lena tentu saja mengenalkan Eric kepada Joanna, dan sesuatu yang ditakutkan oleh Lena kemudian terjadi, yaitu bahwa Joanna akan mengetahui bahwa suami seorang editor in chief Glam Lady adalah...
"Guru. Saya mengajar di SMA," sahut Eric lepas.
Peristiwa itu menjadi awal dari ketegangan yang terjadi dalam rumah tangga Malena dan Eric yang tadinya terlihat harmonis.
Sejak diketahui bahwa Eric adalah Guru, beberapa orang dekat Malena mencoba "mempengaruhi" Malena. Diantaranya adalah sahabatnya sendiri, yaitu Mala. Mala bahkan ikut membantu mencarikan pekerjaan kantoran untuk Eric, agar status pekerjaan Malena dan Eric tidak terlalu "jomplang".
Begitupun Mrs. Rahardja pemilik majalah Glam Lady, yang meminta Lena untuk memikirkan lagi status pekerjaan suaminya.
Novel ini happy ending. Malena dan Eric pada akhirnya bisa mencapai kebahagiaan mereka.
Sedikit banyak novel ini memberikan gambaran realita yang ada di kehidupan kita dan memberikan solusi pemecahannya.
Kamis, 22 Januari 2015
Review: Pembunuhan Di Mesopotamia by Agatha Christie
Judul: Pembunuhan di Mesopotamia
Pengarang: Agatha Christie
Jenis: Novel dewasa (Lihat di bagian no ISBN), Misteri
Tahun Terbit:
Jumlah Halaman:
---- Novel ini adalah novel yang saya baca sampai selesai di bulan Januari 2015. Sesuatu yang perlu dicatat, karena biasanya saya tidak mengingat buku apa yang dibaca kemudian dibuat reviewnya. Saya bukan orang yang senang membuat review. Pertama, karena saya merasa tidak pandai mereview hasil karya orang lain. Biasanya baik saya membaca novel, komik atau cerpen majalah/koran hanya berakhir dengan kalimat-kalimat pendek yang menurut saya tidak perlu dituliskan, saya cukup menyebut "bagus" (mengutip kata-kata melegenda Pak Tino Sidin --- di sisi ini, tokoh Pak Tino Sidin cukup menjelaskan dari era kapan saya tumbuh besar). Kedua, saya lebih senang membaca review orang lain.
Bukan berarti, saya belum pernah sama sekali membuat review, tapi saya sangat-sangat jaraaannng. Mulai tahun ini, saya akan mulai mereview buku-buku yang saya baca, dan ini adalah review pertama saya.
----------------
Pembunuhan di Mesopotamia adalah salah satu kasus yang diselesaikan oleh Hercule Poirot. Hercule Poirot sendiri adalah salah satu tokoh detektif legendaris ciptaan Agatha Christie, tokoh lain adalah detektif Miss Marple. Selain kasus-kasus yang diselesaikan oleh dua detektif tadi, ada juga karya-karya Agatha yang tidak memakai tokoh detektifnya, misalnya pada novel yang berjudul Ledakan Dendam yang bersetting Mesir Kuno (kalau saya tidak salah ingat) dan Sepuluh Anak Negro. Novel Agatha Christie yang terakhir saya sebut, sampai saat ini adalah novel misteri yang menjadi favorit saya.
Pembunuhan di Mesopotamia mengambil setting di Baghdad. Kasus dalam novel ini, dikisahkan oleh seorang tokoh yaitu Amy L, seseorang yang berprofesi sebagai perawat dan terpaksa harus menyaksikan pembunuhan dan kemudian bersama Hercule Poirot mencoba menguak motif dan menemukan pelaku pembunuhan tersebut.
Pembaca diajak membaca tulisan Amy, jadi di novel ini, penuturnya adalah Amy L sang perawat. Saya akan menuliskan sedikit tulisan di bagian belakang novel ini.
"Atas permintaan arkeolog Dr. Eric Leidner, Amy Leatheran bersedia menemani istrinya, Louise, wanita yang cenderung ketakutan dan gelisah -- dan membutuhkan orang yang bisa dipercayai. Louise menemukannya dari diri Amy. Tapi apa yang harus dilakukan perawat muda itu terhadap kisah-kisah ganjil Mrs. Leidner tentang suami pertamanya, mata-mata Jerman yang telah tewas, yang telah kembali dengan murka untuk menghancurkan rumah tangganya yang baru?"
Pembunuhan di Mesopotamia sekali lagi menunjukkan kekhasan Agatha Christie melalui Hercule Poirot dalam memecahkan kasus. Hercule Poirot menggali informasi dengan gayanya yaitu "kepo" :) ya, dia menggali informasi dengan meminta semua orang yang mengenal korban untuk bercerita mengenai korban. Sembari kita membaca info yang didapat Poirot, sebenarnya kita pun diajak untuk ikut memecahkan masalah. Itulah salah satu segi menarik dari buku yang bercerita tentang detektif, tidak hanya membaca, tapi kita pun diajak memecahkan masalah.
Ada satu hal yang membuat saya terkesan dengan kisah Poirot kali ini, pemecahan masalahnya tentu saja menarik tapi ada hal lain..
Seperti dinarasikan oleh Amy ketika Poirot akan mengungkapkan siapa pembunuh sebenarnya. Pada bagian ini Amy mengungkapkan kesannya.
"Satu hal yang tidak saya sangka sama sekali adalah bahwa ia akan membuka pembicaraannya dengan ungkapan di dalam bahasa Arab. Namun justru itulah yang terjadi. ia mengucapkan kata-kata itu perlahan-lahan, khidmat, bahkan nyaris persis orang saleh. Anda tentu mengerti maksud saya.
Bismillahi rahmani rahim.
Kemudian ia mengucapkan terjemahannya. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang." (hal. 287)
Tentu tidak tepat kalau disebutkan bahwa Bismillah adalah ungkapan dalam bahasa Arab, tapi bisa dimaklumi bila Poirot ataupun Agatha menganggapnya hanya ungkapan, Walau demikian penulisan itu (lafal Bismillah) tetap membuat saya terkesan.
Saya bukan orang yang pandai menilai, tapi bila harus menilai, Pembunuhan di Mesopotamia saya beri nilai 3,5. Nilai yang bisa saya berikan setelah saya membandingkannya dengan novel Agatha yang lain yang sudah saya tuliskan di atas yaitu Sepuluh Anak Negro.
Akhir kata, Selamat membaca :)
Kamis, 13 Januari 2011
Anak Kos Dodol Kumat Lagi
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Comics & Graphic Novels |
| Author: | Dewi 'Dedew' Rieka |
Sebenernya review ini dah pernah diposting, tapi di MP saya yang lain..tadinya buat diikutin lomba....dan hasilnya..... gak menang sodar-sodara @_@
Buku ini nyampe ke rumah dengan selamat diantar oleh seorang pak pos yang baik hati waktu hari kamis tanggal 22 April kemarin (ini masih taun 2010 ya...hehehe..ga penting ya?!.....). Pengen buru-buru baca nih, soalnya selain tergiur hadiah *wink wink*...saya penasaran dengan cerita Anak Kos Dodol yang melegenda ini
Jadilah...malem itu juga, setelah selesai onlen di MP (ini juga ga penting ya!..) Saya baca buku ini, jam udah menunjukkan setengah 12 malem...baca buku di mulai....
Saya mulai baca buku ini dari halaman pertama yang gambarin Napak Tilas a la Anak Kos Dodol (peta mini gokil), lanjut ke Komentar Para pelaku kejahatan mantan Anak Kos Dodol Puri Cantika 2, trus liat poto2nya dan dihalaman berikutnya ada tulisan tangan yang indah dari jeng Dedew khusus buat saya, disertai tanda tangan....(terharu..hiks..), lanjut baca daftar isi, trus baca tulisan matur tengkyunya jeng dedew, trus juga kata pengantar AKD kumat lagi ini, trus baca karakter tokoh2 AKD...dan...sampailah saya di halaman 25... Cerita pertama dimulai.....
Ternyata....beneran....novel dodol ini bener2 bisa bikin saya tertawa2 kecil sendiri, terkikik-kikik (maksudnya apa ya?)...dan berusaha menahan diri biar gak ngakak... (jadi, terkikik-kikik itu adalah versi halus dari ngakak :p). Kenapa saya harus menahan diri biar gak ngakak? Soalnya di sebelah saya ada akhdan, anak saya yang paling cakep sedunia yang lagi bobo dengan gantengnya...Halah...
Dan...novel AKD ini, membuat saya bernostalgia...ingat dengan kedodolan saya sendiri dan teman2 waktu jadi anak kos di Bandung. Kalo dedew ngekosnya di Puri Cantika yang disingkat jadi PC, saya ngekosnya di Cempaka Putih yang disingkat jadi CP...sungguh seperti de javu.. *maksaaaaa* :P
Beneran kayak bercermin ma kelakuan sendiri. Seperti cerita a la chef...saya dan teman2 juga waktu itu kayak dedew n teman2nya, gak suka masak...padahal dapur ada. Alasan kita ogah masak sebetulnya sungguh mulia... “Kami ingin menolong para pedagang nasi di sekitar kos, kalo kami masak sendiri..siapa yang beli masakan mereka?!” hehehe....
Cerita Duo Cewek Keriting Menembus Badai....saya ma temen saya Rinrin, pernah tuh kayak gitu...menembus ujan besar plus angin kencang bermodalkan payung rapuh warna silver demi kuliah...kuliah apa ya....lupa..hehehe.. dan ternyata oh ternyata, kuliahnya diliburkan! *Beneran lho dew, pernah ngalamin kayak gitu...boleh ditanyain ke temen saya..rinrin kalo gak percaya..Cuma, saya waktu itu bukan mo pamer sepatu...xixixixi.
Cerita lain yang bikin saya ketawa sekaligus nostalgia...cerita tentang rencana kenaikan harga kos...kita ngalamin juga kayak gitu...padahal kita anak lama, tapi kena juga kenaikan kos...hu huhuhu...
Trus Alisha Asli Alisha Palsu....ssttt....kenapa ya? Selalu ada cerita hantu di kos-kosan??!!... di kosan saya juga ada hantunya lho...dan kita baru tau kalo kosan kita ada hantunya pas mo lulus, padahal kita tinggal di situ dari mulai semester 3..hiyyyyyyy....
Kisah dodol Yihhhaaa...Tarik Maaang!....ngingetin saya waktu pernah malem2...bareng ma temen2 kabur dari kos pengen liat Lembang di waktu malem...
Pokoknya....buat yang pernah ngekos....musti baca novel AKD ini, dijamin....bakal mengingatkan kamu semua ma pengalaman dodol selama jadi anak kos.... yang belum pernah jadi anak kos, baca juga deh...pasti jadi ngebayangin serunya jadi anak kos...hehehe
Dedew...daku suka banget novel ini...beneran...Karena abis baca buku ini, saya jadi tersadarkan...betapa saya dan teman2 juga termasuk Anak Kos Dodol.
Oh iya...salah satu anak kos dodol ada yang hobi koleksi lingerie ya?....teman kos saya di CP..ada juga tuh... Betapa ndesonya kami ketika liat jemurannya dia yang mamerin koleksi g-stringnya...”si nuni gak masuk angin apa...pake cd kayak gitu?!!” wkwkwkwk...
Satu lagi...penggambaran tokoh Pak Say... ya Alloh...bener2 ngingetin saya ma bapak kos kami.. Pas liat gambarnya... kok mirip ma bapak kos saya dulu ya?... bapak kos yang dengan tidak sopannya disangka mamah saya tukang benerin pompa...*maapkan kekhilafan mamah saya pak*... Bapak kos yang sedikit bicara banyak bekerja...yang suka kami gosipkan...dengan tema yang sangat menggelitik... “Bagaimana bisa, bapak kos dapetin ibu kos kami yang cantik jelita!” benar-benar sebuah misteri alam yang tidak terpecahkan sampe kami lulus dan pamit dari kosan :D
Weww.... Dodol banget deh... Jadi pengen baca lagi cerita-cerita dodolnya... AKD ini, abis Kumat Lagi ada lanjutannya gak?... Jadi pengen baca yang AKD Dikomikin juga nih... pasti seru ma kocak juga deh! ^______^
Sekian ya ripiunya.... *ini review apa curcol ya?* :P Pastinya ini review dunk....Buat yang baca review ini, buku ini recommended banget deh... ayo..ayo..baca buku ini...seru abeeesshhh...
Curcol:
* abis baca buku ini...ambisi terpendam saya muncul lagi...apakah itu? Bikin buku yang mana saya bisa nulis Ucapan Terima Kasih sampe 3 halaman!...huhuhu...cita2 yang belum kesampean...karena di 2 buku yang pernah saya tulis..gak ada kesempatan nulis ucapan terima kasih sepanjang itu... Kapan ya cita2 itu bakal tercapai? Hiks Pengeeeeeeeennnnnnn T________T
* Jadi kangen ma temen2 Kos saya di Kosan Cempaka, kosan keren depan kampus UIN Gunung Djati Bandung..terutama buat penghuni Cempaka Putih (97-2002): Nuni, nana, aas, sukarsih, ai, pipih, tika, teteh cantik, mbak made. i loph yu full
Baca Ulas: Mecca, I'm Coming! Karya Salamun Ali Mafaz
Mecca I'm Coming by Salamun Ali Mafaz My rating: 3 of 5 stars Tokoh utamanya Eddy dan Eni dari Desa Timpik. Eddy seorang pemuda biasa...
-
No Hoaxx ya.... saya emang abis kopdaran kok... emang sih rilis beritanya telat..xixixixi... Sama siapa kopdarnya? sama mba Ari dan mba...
-
Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Parenting & Families Author: Yunita Sari & Ihsan Satyanugraha Mo review buku ke-3 si adik nih.....
