Jumat, 28 November 2014

Jumatulis Season 2 -10 Perjalanan- Lagu Ebiet

Temanya perjalanan.
Begitu tema yang harus ditulis jumat ini.

Begitu disebut kata perjalanan, sontak yang terbayang adalah lagu Ebiet... "Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan..."

Setiap kali ingat bahwa tema Jumatulis adalah perjalanan, lagi-lagi lagu Ebiet itu terngiang dan dinyanyikan otomatis. "Sayang kau tak berada di sampingku kawan..."

Lagu itu seolah menjadi soundtrack yang mengiringi aktivitas beberapa hari ini. Begitu tersadar bahwa harus menyiapkan tulisan di hari jumat dengan tema perjalanan, mulut saya segera menyanyikan lagu Ebiet lagi tanpa diminta. "Banyak cerita, yang mestinya kau saksikan..di tanah kering bebatuan..."

Racun memang lagu Ebiet itu, dan kenapa pula menyanyikannya harus mengikuti gaya Ebiet? Benar-benar sebuah misteri yang nyata.
"Hoooo.....hooo....hoooo..."
"Kawan coba dengar apa jawabnya...."

Dan lagu Ebiet kembali dinyanyikan.

Jumat, 21 November 2014

Jumatulis Season 2 - 09 Beranda - Beranda Impian

Letaknya akan terasa indah bila terletak di samping rumah kami. Harus di samping, tidak di depan, tentu saja di depan rumah kami harus ada juga beranda tapi beranda impian saya yang terletak di samping adalah yang istimewa.

Seperangkat kursi dari kayu akan menjadi penghuni beranda tersebut, warna kayu yang hangat akan memberi rasa nyaman bagi siapapun yang menghabiskan waktu di situ. Pot-pot mungil dengan beraneka jenis bunga juga harus ada di sana. Sebuah meja bundar akan diam di sudut beranda, tempat saya meletakkan buku-buku ketika menikmati waktu di sana. Pemandangan yang akan memanjakan mata kami adalah hamparan rumput hijau dan tanaman pagar serta pohon-pohon yang akan memberi kesan teduh dan segar.

Hmmm....membayangkannya saja sudah membuat hati saya senang, beranda impian.

Sabtu, 15 November 2014

Jumatulis Season 2 - 08 Reuni - 020202

REUNI IPS 1: 02-02-2002

Begitulah tulisan yang terpampang di papan tulis kelas kami.

Ide itu terlontar setelah kami pulang dari studi tur ke Kampung Naga dan Pangandaran.

Kebersamaan ketika studi tur ternyata mempererat pertemanan kami. Padahal kami hanya satu tahun ajaran saja menjadi teman sekelas, tapi mengingat setelah studi tur ini masa kebersamaan kami sebagai teman sekelas akan segera berakhir dan justru kami merasa semakin dekat, belum berpisahpun kami sudah merencanakan pertemuan kembali.

Akhirnya kami semua harus berpisah, setelah kelulusan yang kami rayakan di laut Palabuan Ratu. Sebelum benar-benar berpisah kami semua berjanji bahwa lima tahun lagi di tanggal 02 bulan 02 tahun 2002 kami akan bertemu kembali.

Catatan akhir:
Tanggal 02 bulan 02 tahun 2002 kami benar-benar bertemu kembali. Kami reuni di acara pernikahan teman sekelas kami yang sengaja melangsungkan pernikahannya pada tanggal tersebut.

Jumat, 07 November 2014

Jumatulis Season 2 - 07 Botol - Botol Itu Tidak Ada

Tidak Ada!
Botol itu telah hilang, dan waktu yang tersisa hanya empat menit lagi.
Semua menghilang, bahkan botol yang didalamnya terdapat hiasan kapal laut kecil itu pun perlahan wujudnya lenyap dari dalam pikiran saya.

Tidak ada yang tersisa. Botol itu telah hilang.
Dan waktu telah selesai.

Sabtu, 01 November 2014

Jumatulis Season 2 - 06 SMA - Catatan Acak Masa SMA

Tema Jumat ini adalah SMA. Duuh SMA.....apa yang bisa saya tulis?
Kisah SMA saya tidaklah seperti teenlit (efek baru baca ulang Fairish) hehehe...biasa saja. tapi, coba kita korek lebih dalam ya..

Banyak orang bilang, masa SMA adalah masa yang paling indah, sampai-sampai Paramitha Rusady punya lagu yang judulnya Nostalgia SMA. Bagi saya masa SMA juga cukup menarik kalau boleh dibilang indah..ya, ada hal-hal yang menyenangkan, bikin sedih, bikin terharu, bikin salah tingkah. Pokoknya campur aduk masa SMA.

semacam bikin #20facts aja deh.. berapapun fakta yang akan saya beberkan ya.. (nulis di tengah-tengah nunggu jam kuliah selanjutnya, jadi mungkin banyak kata yang gajebo, mohon dimaafkan) ^^

1. Saya SMA di sebuah sekolah negeri yang cukup beken di kota saya ini. Masuk ke SMA ini hampir-hampir gagal karena konon kabarnya passing grade buat masuk ke SMA ini termasuk tinggi. Saya yang waktu itu cuma punya NEM 36 koma sekian jadinya H2C deh. Alhamdulillah ternyata saya lolos dan bisa sekolah di situ.

2. Pas Penataran P4, ada lagu yang begitu memorable bagi saya dan teman-teman di kelas 1-7, bahkan mungkin sampai sekarang. Lagu I Swear yang diplesetin Minions jadi Underwear itu. seorang teman kami didaulat untuk nyanyi lagu itu di depan kelas. Dengan gayanya yang bak penyanyi Idol, teman kami itu menyanyikan lagu I Swear penuh penghayatan, sehingga kemudian namanya diberi embel-embel I Swear.

3. Beberapa kali kabur dari sekolah, kabur bareng-bareng tentu saja. Sebelumnya saya gak ikutan kabur karena takut dimarahi guru, tapi.... ternyata yang jadi sasaran kemarahan para guru justru saya dan teman-teman yang bertahan di kelas. Ya sudahlah ketika ada ajakan kabur lagi, saya dan teman-teman yang awalnya gak ikut kabur akhirnya turut serta demi menjaga kebersamaan. #apeu

4. Ngotot ambil jurusan IPS padahal para guru sudah menentukan saya masuk jurusan IPA. Akhirnya dibolehkan dengan syarat saya harus jadi rangking satu di jurusan IPS. Alhamdulillah persyaratan dari para guru bisa dipenuhi.

5. Daaannn.... alhamdulillah, masa SMA ditutup dengan nilai akhir yang kebalikan dari NEM ketika masuk SMA.. alhamdulillah ^^

Jumat, 24 Oktober 2014

Jumatulis Season 2 - 05 Terasi - Tentang Seseorang

Sebuah bungkusan plastik tergeletak dengan pasrah di sudut meja kerja saya.
Sebuah post it tertempel di situ, "sedikit oleh-oleh dari Cirebon". Saya buka dengan penasaran, sebatang coklat anti galau (saya pikir coklat anti galau biasanya dari Garut) dan satu bungkusan lagi yang menunjukkan kalau benar ini datang dari Cirebon, terasi.
Ingat Cirebon, mau gak mau saya ingat seseorang. Seseorang yang sempat saya simpan fotonya di galeri hp saya.
Seseorang yang mungkin pernah menjadi calon menantu paling didambakan oleh orang tua saya. Seseorang yang mengaku menunggu saya selama 12 tahun. Seseorang yang bahkan ingat semua pertemuan tak sengaja yang terjadi setelah kami lulus SMA. Seseorang yang tidak diduga tiba-tiba datang bersilaturahmi Lebaran. Seseorang yang pernah meminta saya untuk menunggunya pada liburan Natal tahun itu karena dia akan pulang.
Seseorang yang ternyata tidak datang ketika liburan Natal itu. Seseorang yang pada suatu subuh menjelang tahun baru mengirimkan sebuah sms yang membuat saya bingung. Seseorang yang kemudian mengirimkan email pada saya di bulan Februari. Seseorang yang emailnya saya baca setelah saya memanjatkan doa terlebih dahulu.
Email:
Maaf, aku gak bisa menepati janji. Aku mau menikah akhir bulan ini. Tolong mintakan maaf ke mamah sama bapak ya..
Sekali lagi aku minta maaf.
Seseorang yang mengirimkan surat elektronik untuk menyatakan bahwa rencana kami batal demi rencananya dengan gadis itu. Seseorang yang kemudian mengabarkan bahwa dia sudah menikah dengan seorang dokter gigi. Seorang yang meminta saudaranya untuk menyampaikan hal itu kepada saya. Seseorang yang membuat saya sempat alergi pada sosok dokter yang ada di drama-drama lokal. Seseorang yang kemudian mengajak saya berteman di facebook dan membuat saya akhirnya harus melihat "dia".
Bungkusan terasi itu sedemikian hebatnya membuka pintu mesin waktu ke delapan tahun yang lalu. Dan sepanjang perjalanan ke masa lalu itu, bungkusan terasi itu tetap ada dalam genggaman saya.
Delapan tahun lalu seseorang itu sedang bertugas di kota mpek mpek, dan sekarang dia ada di kota udang tempat oleh-oleh ini berasal.
Malam ini, ketika saya mengingat kejadian oleh-oleh Cirebon itu, dengan tulus saya ingin mengucapkan terima kasih.
Untuk seseorang di kota udang, terima kasih. Karena kita pernah punya kisah pada masa lalu, saya bisa menuliskan cerita ini.

Jumat, 17 Oktober 2014

Jumatulis Season 2 - 04 Bel - Njum, Aku....

Bel tanda pergantian jam pelajaran sudah berbunyi dari jam sepuluh tadi, semakin mendekati jam dua belas, aku semakin gelisah.
Mata pelajaran sosiologi yang biasanya sangat aku sukai, hari ini terasa tidak begitu menarik. Aku sibuk melihat jarum jam pada jam tanganku. Pukul 10.50, waktunya tinggal sebentar lagi.
Hari Jumat ini aku harus bertemu dengan Njum, dia pasti akan menagih penjelasan dariku. Sedari tadi aku mencoba merangkai kata, menyusun penjelasan yang akan aku berikan pada Njum. Ya, Njum pasti akan meminta penjelasanku tentang bel itu. Bel sepedanya yang rusak saat sepeda itu dia titipkan padaku.
Aku harus mengatakan apa? Walaupun aku katakan bahwa aku tidak tahu, Njum pasti akan tetap meminta penjelasan. Ahhhh....perkara bel ini sungguh membuatku sulit.
Jarum pada jam tanganku semakin mendekati pukul dua belas. Tinggal beberapa menit lagi. Aku sudah dapat membayangkannya, Njum dengan gaya bicaranya yang tegas dan tatapan matanya yang tajam akan menginterogasi aku.
Teeeeeeeeeetttttt!
Bel tanda jam pelajaran berakhir telah berbunyi. Aku bangkit dari kursiku, kurapikan seragamku dan dengan tidak bersemangat menuju pintu kelas.
Aku sudah melihatnya, dia menungguku di tangga yang menuju perpustakaan. Dari jauh senyum tipisnya sudah seperti menyambutku, pelan aku melangkahkan kaki ke arahnya.
Aku masih belum tahu, aku harus mengatakan apa.

Baca Ulas: Mecca, I'm Coming! Karya Salamun Ali Mafaz

Mecca I'm Coming by Salamun Ali Mafaz My rating: 3 of 5 stars Tokoh utamanya Eddy dan Eni dari Desa Timpik. Eddy seorang pemuda biasa...